|
Thursday, 13 December 2007 |
Definisi PPOK Mungkin banyak diantara kita yang masih belum mengetahui apa itu PPOK. Sesuai dengan namanya, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Obstruktif/obstruksi=sumbatan; Kronik=penyakit yang berlangsung lama/menahun) atau PPOK adalah suatu penyakit dimana terjadi sumbatan aliran udara pada paru-paru yang berlangsung lama. Aliran Udara dalam Saluran Pernapasan Normal Pada saat kita bernapas, udara masuk melalui hidung atau mulut, melalui tenggorokan, menuju trakea, lalu akhirnya ke paru-paru. di dalam paru-paru, udara diteruskan ke bronkus (cabang tenggorokan). Bronkus terbagi lagi menjadi beberapa cabang yang lebih kecil, disebut bronkiolus. Setelah dari bronkiolus, udara dilairkan menuju alveoli (kantung-kantung udara dalam paru-paru). Pembuluh darah disekeliling alveoli kemudian menyerap oksigen untuk dimasukkan kedalam pembuluh darah. Pada saat bersamaan karbon dioksida dipindahkan dari pembuluhdarah ke alveoli dan selanjutnya dikeluarkan melalui saluran napas. Proses Pembersihan Udara dalam Paru-paru Dinding dalam bronkus menghasilkan lendir. Lendir ini berfungsi menahan debu dan zat-zat lainnya yang bisa mengotori saluran napas dan paru-paru. Selanjutnya lendir yang mengandung partikel-partikel debu ini akan di'sapu' oleh gerakan silia menuju tenggorokan. Mengenali Gejala PPOK
Gejala-gejala umum PPOK yaitu: - Sesak napas
- Batuk menahun, atau disebut juga 'batuk perokok' (smoker cough)
- Batuk berdahak (batuk produktif)
PPOK ringan seringkali tidak menimbulkan gejala atau keluhan apapun. PPOK disebabkan oleh 2 jenis penyakit yaitu Bronkitis Kronik dan Emfisema. Kedua penyakit ini dapat terjadi bersamaan atau hanya salah satu saja. Bronkitis Kronik Pada bronkitis kronik, dinding saluran napas mengalami peradangan dan menghasilkan terlalu banyak lendir. Akibatnya, saluran napas menyempit sehingga udara yang keluar masuk ke paru-paru semakin berkurang. Juga terjadi kerusakan silia yang seharusnya berfungsi membersihkan lendir berlebihan dalam saluran napas. Emfisema Pada emfisema, alveoli membengkak dan mengalami kerusakan luas sehingga pertukaran udara di dalam paru-paru menjadi terganggu. Asma & PPOK Walaupun seringkali memiliki gejala mirip PPOK tetapi kedua penyakit ini sebenarnya tidak sama. Pemeriksaan Untuk mengetahui ada tidaknya PPOK, Anda perlu berobat ke dokter dan menjalani serangkaian pemeriksaan antara lain: - Pemeriksaan riwayat penyakit.
Dokter perlu mengetahui perilaku/pola hidup Anda (merokok atau tidak?), riwayat penyakit dalam keluarga, dan gejala atau keluhan apa saja yang Anda alami. - Pemeriksaan fisik.
Mencakup pemeriksaan hidung, tenggorokan, paru-paru, dan jantung. - Pemeriksaan penunjang
Antara lain: pemeriksaan laboratorium darah, rontgen dada, dan tes fungsi paru. Pengobatan PPOK Tujuannya adalah untuk mengendalikan gejala PPOK. Yang biasa digunakan diantaranya adalah antikolinergik seperti tiotropium. Dokter akan memilihkan obat yang paling tepat untuk Anda. Selain terapi dengan obat anda pun bisa membantu agar anda merasa lebih baik dan bugar, diantaranya dengan: - Berhenti merokok
Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Walaupun paru-paru sudah mengalami kerusakan, jika kebiasaan merokok segera dihentikan, maka hal ini dapa memperlambat proses perburukan penyakit, mencegah komplikasi, dan memperpanjang harapan hidup Anda. - Latihan Pernapasan
Tujuannya adalah bernapas secara efektif dengan memakai otot-otot pernapasan semaksimal mungkin sehingga pertukaran udara dala paru-paru menjadi lebih baik. Ada 2 jenis teknik pernapasan sederhana yang bisa Anda latih dan lakukan setiap hari: - pursed-lip & diaphragmatic breathing.
- Duduk tegak dengan otot leher dan bahu dalam keadaan rileks. Tarik napas perlahan melalui hidung selama 2 hitungan.
- Hembuskan napas perlahan melalui mulut (dengan gerakan seperti meniup lilin) selama 4 hitungan atau lebih.
- Diaphragmatic breathing
- Duduk atau berbaring dalam posisi nyaman dengan kepala bersandar dan lutut ditekuk. otot leher dan bahu dalam keadaan rileks.
- Tempatkan salah satu tangan di ulu hati dan tangan lainnya di dada. Tarik napas secara perlahan melalui hidung dengan 2 hitungan. lakukan dengan cara yang benar sampai anda merasakan otot ulu hati dalam keadaan rileks dan mengembang dan posisi dada tidak berubah.
- Kencangkan otot uluhati dan hembuskan napas melalui mulut 4 hitungan. Anda akan merasa otot uluhati mengempis
- Perkusi Dada
Tujuannya: Membantu pengeluaran dahak atau lendir yang berlebihan dari paru-paru. Rapatkan kelima jari tangan Anda membentuk mangkuk lalu tepuk-tepuk dada dan punggung (dengan atau tanpa bantuan orang lain) secara lembut untuk membantu pengeluaran lendir dari paru-paru. - Olahraga
Pilihlah aktifitas fisik yang Anda mampu lakukan, misalnya seperti mengayuh sepeda statis, bersepeda, berjalan, atau berenang. - Mempertahankan berat badan ideal
Timbang berat badan Anda 2 kali seminggu. berat badan yang kurang dari normal dapat mengurangi energi dan membuat Anda mudah terserang infeksi. sebaliknya kegemukan dapat memperpendek napas. - Minum banyak air untuk membantu mengencerkan dahak.
Kurangi konsumsi teh dan kopi, soft drink, minuman manis dan alkohol - Konsumsi cukup protein (daging dan produk susu), buah dan sayuran
Kapan Harus menghubungi Dokter? Hubungi dokter apabila terjadi gejala atau keluhan misalnya: - Dosis obat yang biasa digunakan tidak mampu redakan gejala PPOK secara cepat.
- Obat-obat PPOK yang digunakan menimbulkan efek samping.
PPOK mungkin membuat Anda merasa kuatir dan putus asa karena tidak sesehat dan sekuat orang lain. Semua perasaan ini wajar tetapi tidak bolah dibiarkan berlarut-larut. Dengan menjalani pengobatan secara teratur dan melakukan perubahan perilaku. Anda masih memiliki kesempatan untuk hidup lebih sehat dan bugar. Informasi layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh ICEC (Indonesian COPD Expert Committee) Hotline service: 0800-100-PARU (bebas Pulsa)
|
MedicalNEWS - BAHAYA...
Prinsip Gawat Darura...
wew..liat darah saja saya panik mi. apal...
Steven Johnson Syndr...
berarti harus hati2 tuh