|
Thursday, 13 December 2007 |
Ini potongan berita dari salah satu harian nasional : "...dokter yang dibantu beberapa paramedis bekerja cepat untuk menolong korban luka bakar yang sempat dilarikan ke rumah sakit itu namun gagal menyelamatkan nyawanya..." Jujur, setiap kali membaca berita seperti itu terasa ada yang mengusik benak saya. terlebih lagi kalau yang memakai istilah paramedis itu malah sejawat kita sesama dokter. Asal tahu saja, ada perbedaan besar antara Paramedis dan Perawat. Dan setahu saya sampai sekarang kita belum punya yang namanya Paramedis di sini, di negeri tercinta ini. Menyambung postingan saya beberapa hari lalu, tentang EMS, kita tahu bahwa ada 2 jenis perawatan emergency, Pre-Hospital dan In-Hospital Care. Perawat - yang istilah asingnya adalah Nurse - lingkup kerjanya di In-Hospital Care. Mereka bekerja dengan dokter di RS. Sedangkan Paramedis bekerja di Pre Hospital Care. Mereka umumnya ada di ambulans. Meskipun menurut teman Amrik saya - dia seorang EMT-Paramedic - dibeberapa negara bagian di sana juga mempekerjakan Paramedik di Emergency Room. Namun hanya boleh di ER, karena paramedis adalah orang yang dilatih khusus untuk bekerja sebagai teknisi emergensi Menyinggung soal hirarki di Pre-Hospital Care berikut tingkatan-tingkatannya: - EMT (Emergency Medical Technician) - Basic
Istilah Paramedic inilah yang kemudian diIndonesiakan menjadi Paramedis. Yang kemudian di salah kaprahkan dengan Nurse. Dianggap memiliki makna yang sama dengan perawat. Lantas, kenapa saya mesti usil dengan masalah ini? Jawabannya adalah karena kalau memakai istilah Paramedis seolah kita sudah mengadopsi EMS system disini. Seolah kita sudah punya sistem yang peduli dengan perwatan Pre-Hospital. Padahal kenyataannya? ...
|
MedicalNEWS - BAHAYA...
Prinsip Gawat Darura...
wew..liat darah saja saya panik mi. apal...
Steven Johnson Syndr...
berarti harus hati2 tuh