Register
 
Online Info
Visitors: 16886
Komentar Terakhir/Terbaru
Bagaimana menurut anda tampilan website www.dokter-unhas.org ini ...
 
 
Depan arrow Artikel arrow Sudahkah Ambulans Kita Memenuhi Standar? Lihat Peta Situs 
 
Sudahkah Ambulans Kita Memenuhi Standar? PDF Print E-mail
Thursday, 13 December 2007
Pernah lihat mobil putih dengan tambahan asesori sirene dan lampu yang menyala berputar? Lazimnya berupa Toyota Kijang atau Mitsubishi L300, atau jenis van lainnya. Saya yakin semua pasti pernah. Dan tentunya semua tahu kalau mobil seperti itu pastilah ambulans.

Kalau bukan mobil jenazah! Karena keduanya memang mirip. Biasanya pada kedua sisinya ada deretan aksara yang memperjelas fungsi mobil itu. Ambulans atau Mobil Jenazah. Tapi sebenarnya apa sih bedanya?

Mobil Jenazah, sesuai namanya dipakai untuk membawa jazad orang yang telah meninggal, entah dari RS ke rumah duka, atau dari rumah duka ke tempat pemakaman. Sedangkan ambulans, sesungguhnya adalah salah satu perangkat kita untuk menyelamatkan nyawa. Atau bahasa kerennya disebut 'Life Saving Device' Karena itu mobil jenazah - untuk yang skeptis - bolehlah dianggap sebagai wujud dari kegagalan Ambulans menjalankan fungsinya. Meski kematian tentunya hak prerogatif Yang Di Atas, sama sekali bukan ditangan kita.  

Menilik fungsinya yang berbeda, pastilah ada perbedaan yang besar sekali antara keduanya, selain dari tulisan di kiri dan kanannya. Mobil jenazah cukup dilengkapi tandu untuk membaringkan si mayat karena hanya itu yang bisa kita lakukan. Namun untuk ambulans,  mestinya dilengkapi dengan setumpuk peralatan guna mempertahankan kondisi pasien yang dievakuasi.

Seperti apa sih peralatannya?

Berbicara masalah life saving, sebenarnya 'sederhana' saja. Hanya bicara 3 huruf saja. A, B dan C. Sesederhana itu! Namun lewat jalan sederhana itulah kita bisa dipanggil menghadap Sang Pencipta.

Yang pertama adalah A. A disini berarti Airway atau jalan napas. Ambulans kudu bin wajib alias harus dilengkapi dengan alat untuk membuka jalan napas. Mulai dari Oropharygeal Airway, Nasopharyngeal Airway sampai yang lebih invasif seperti endotracheal tube beserta Larygoscope. Alat penghisap mesti ada untuk membersihkan jalan napas dari darah atau cairan lain.

Kemudian B untuk Breathing. Kalau tadi soal jalannya napas sekarang masalah napas itu sendiri. Oksigen, baik yang fixed di ambulans maupun yang portable - adakalanya ambulans tidak bisa menjangkau pasien - berikut Bag-valve mask, non rebreathing mask, sampai sekedar kanul hidung.

Untuk C (Circulation) pada dasarnya bicara tentang dua hal. Jantung dan Pembuluh Darah!
Ambulans wajib dilengkapi dengan defibrilator. Jika staf ambulans belum terlatih untuk mengenali gambaran EKG jantung yang abnormal, maka AED (Automated External Defibrillator) yang jadi jawabannya. Bahwa harganya selangit itu memang jadi masalah. C bukan hanya berhenti di Jantung saja. Semua problem perdarahan masuk disini. Olehnya itu semua peralatan untuk menghentikan perdarahan juga kudu ada. Tidak stop di sini! Harus juga bisa mengganti darah yang hilang.

Peralatannya seabrek-abrek?

Ini belum semuanya! Masih ada perlengkapan standard lain seperti radio komunikasi dan sebagainya.
Standard ini disusun oleh American College of Surgeon Committee on Trauma bekerja sama dengan American College of Emergency Physician, yang diterapkan di Amerika Serikat dan Kanada.
Standard versi Indonesia? Konon Direktorat Jendral Pelayanan Medik Departemen Kesehatan sekarang tengah menyusunnya. Semoga cepat jadi dan diaplikasikan. Sehingga anda tak perlu bertanya-tanya lagi: Ini Ambulans atau Mobil Jenazah?
Comments
Add NewSearchRSS
Only registered users can write comments!

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
 
Advertisement
 
 
 
 •  Home  •  Links  •  Contact Us  •  Search  •  Check Email  •  Create Email  • 
Copyright © 2007 dokter-unhas.org | All Rights Reserved
powered by Mediamax Online