|
Perdarahan Otak - Sebuah Panduan bagi Penderita |
|
|
|
|
Thursday, 13 December 2007 |
Trauma kepala merupakan salah satu cedera yang paling banyak menyebabkan kematian pada korban kecelakaan. Salah satu diantara sekian jenis masalah yang bisa timbul saat terjadi trauma kepala adalah perdarahan otak, yang dalam istilah medisnya disebut perdarahan sub arachnoid. Perdarahan sub-arachnoid - selanjutnya akan kita sebut PSA - sesuai dengan namanya ialah perdarahan dibawah selaput arachnoid otak akibat pecahnya pembuluh darah arteri ditempat tersebut.
Ada tiga lapisan selaput yang membungkus otak kita. Lapisan terdalam adalah pia mater, lapisan tengah arachnoid mater dan yang terluar disebut dura mater. Jaringan pembuluh darah yang memberikan suplai darah ke otak terletak pada ruang antara arachnoid mater dan pia mater. Untuk mengamankan jaringan pembuluh darah tersebut dalam ruang itu juga terdapat cairan jernih otak (liquor cerebrospinalis). Tapi karena adanya cairan ini, hanya benturan yang cukup keras saja yang bisa menimbulkan PSA. Data menunjukkan bahwa 75% dari kasus PSA justru bukan disebabkan benturan dari luar, namun karena kelemahan dinding pembuluh darah sehingga menonjol keluar menyerupai balon, yang disebut Berry Aneurysm.
Gejala & Tanda
Umumnya penderita akan mengalami nyeri kepala hebat yang berlangsung mendadak yang diikuti dengan muntah. Sakit kepala menetap sampai lebih dari sejam. Pada kasus yang lebih berat, penderita bisa kehilangan kesadaran atau mengalami kejang.
Pemeriksaan radiologis perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis. Biasanya dengan CT scan, Magnetic Resonance Imaging atau angiografi, yaitu dengan memasukkan zat tertentu kedalam pembuluh darah lalu dirontgen kepala. Pemeriksaan lain adalah mengambil cairan otak (liquor cerebrospinalis). Normalnya cairan ini jernih namun pada PSA liquor akan bercampur darah.
Pengobatan
Sampai saat ini pengobatan untuk perdarahan otak adalah dengan cara pembedahan untuk menutup bagian dari dinding pembuluh darah yang robek dengan sejenis klip logam kecil. Cara lain adalah dengan teknik embolisasi yaitu memasukkan koil logam kecil kedalam pembuluh dara dan didorong hingga sampai kedaerah yang mengalami aneurysm. Teknik ini lebih modern, tanpa harus membuka kulit kepala dan tulang tengkorak namun sampai saat ini belum banyak data mengenai tingkat keberhasilannya.
(Dr. Fahrie Haris)
|
MedicalNEWS - BAHAYA...
Prinsip Gawat Darura...
wew..liat darah saja saya panik mi. apal...
Steven Johnson Syndr...
berarti harus hati2 tuh