|
Thursday, 13 December 2007 |
Anda sedang santai jalan jalan sore, ketika di suatu persimpangan jalan yang ramai sebuah sedan dengan kecepatan tinggi mencoba menyalib minibus didepannya. Dari depan sebuah truk bermuatan pasir juga datang dari arah yang berlawanan. Terkejut, si pengemudi sedan mencoba menghindar dengan berbelok ke kiri dan menyerempet minibus itu, sedan terus berjalan menabrak pedagang kaki lima sebelum terhenti akibat membentur dinding toko di kiri jalan. Darah dimana-mana!. Orang-orang panik! Berkerumun menonton. Bau bensin tertumpah tajam tercium. Mesin sedan belum lagi mati. Apa yang harus anda lakukan?
Ilustrasi kasus diatas memang cukup kompleks. Tapi kegawatdaruratan memang terkadang kompleks. Tidak selamanya anda hanya berurusan dengan seorang pria setengah baya yang mendadak pingsan di keramaian. Atau anak kecil yang tidak sadarkan diri setelah memegang kabel telanjang. Lantas bagaimana anda harus menolong? Untuk menyederhanakan, sebenarnya bagaimanapun bentuk kejadian yang terjadi didepan anda prinsip pertolongannya sama saja. Korban pengemudi sedan yang terperangkap dimobilnya. Pedagang kaki lima yang ditabrak. Orang tua yang pingsan dikeramaian. Atau anak kecil yang kena aliran listrik. Semuanya mengalami kegawatdaruratan. Ada beberapa prinsip yang bisa anda jadikan pegangan saat akan menolong. Berikut adalah prinsip-prinsipnya: - Lindungi Diri Anda!
Aneh? Orang lain yang celaka tapi anda malah harus melindungi diri sendiri? Sebenarnya tidak aneh. Malah sangat logis. Ingat! Di tempat kejadian sudah ada satu atau lebih korban. Bagaimanapun itu adalah pekerjaan berat bagi petugas kesehatan yang akan datang. Jangan anda perberat lagi pekerjaan mereka dengan menambahkan diri anda dalam deretan korban! angan karena ingin menolong anda cepat-cepat masuk ke lokasi kejadian tanpa mempehitungkan risiko yang mungkin akan anda hadapi. Percayalah, tindakan seperti itu hanya ada di televisi atau di bioskop. Pelakunya mungkin Bruce Willis atau Harrison Ford. Dan yang pasti bahaya yang mereka hadapi tidak nyata. Di dunia nyata, kalau anda terluka anda akan luka betulan. Kalau anda tewas anda akan tetap tewas! Tidak ada sutradara yang akan berteriak "Cut!" lalu semuanya kembali normal. Karena itu prinsip nomor satu adalah Lindungi Diri Anda. Anda yakin tempat kejadian aman, baru masuk untuk menolong. - Jangan Memperburuk Kondisi Korban
Kembali ke contoh kasus. Pedagang kaki lima yang ditabrak sedan tadi tergeletak mandi darah. Kelihatannya tidak sadar! Tampak patahan tulang menyembul keluar dari luka besar di paha kirinya. Darah mengalir dari luka lebar di keningnya. Seorang bapak yang ikut turun melihat-lihat menawarkan pada anda untuk segera mengangkut korban ke rumah sakit terdekat. "Saya bawa mobil pick-up" ujarnya. Seorang bapak lain yang juga berada disitu segera maju untuk mengangkat korban dengan menggendongnya. Betulkah tindakannya? Korban ini mengalami patah tulang paha. Luka lebar dikeningnya akibat membentur kaca mobil. Anda bisa bayangkan betapa besarnya tenaga yang menghantam tubuhnya. Untuk korban seperti ini mudah ditebak akan ada masalah dengan tulang belakangnya, terutama tulang belakang didaerah leher. Cedera didaerah ini kalau tidak anda proteksi, alih-alih menolong anda malah mempercepat kematian korban. Niat anda yang tadinya baik malah tidak kesampaian. Prinsip kedua dalam kegawatdaruratan adalah jangan pernah memperburuk kondisi korban. Kalau anda tidak yakin lebih baik menunggu orang yang terlatih. Tentunya jauh lebih bermanfaat lagi kalau anda terus belajar mencari tahu cara pertolongan pertama yang benar. - Atasi Masalah Yang Paling Mengancam Jiwa Lebih Dulu
Jangan pernah terpengaruh penampakan luar korban. Ada korban yang terlihat parah, patah tulang terbuka misalnya. Cedera seperti itu akan terlihat lebih dramatis dan biasanya menarik perhatian anda sehingga luput memperhatikan bahwa korbannya pada saat yang sama mengalami henti napas. Anda asyik mengatasi patah tulang tapi lupa memberikan pernafasan buatan sehingga korbannya tidak tertolong. - Selalu Gunakan Teknik ABC Pada Setiap Kegawatdaruratan
Prinsip keempat ini jawaban dari prinsip ketiga. Bagaimana cara anda menilai masalah yang paling mengancam jiwa ya dengan teknik ABC (ABC's approach). - A disini berarti Airway atau jalan napas.
- B berarti Breathing atau pernapasan
- Dan C berarti Circulation. Untuk sirkulasi ada dua yang dinilai. Jantung sendiri sebagai pompanya bekerja atau tidak. Dan apakah ada masalah perdarahan hebat, karena walaupun pompanya bekerja dengan sempurna tapi kalau si korban kehabisan darah, sirkulasi tetap gagal.
Urutan ABC disusun bukan agar kelihatannya alfabetik atau gampang diingat. Urutan itu disusun berdasarkan skala prioritas. Orang yang mengalami masalah A akan mati lebih cepat daripada yang mengalami masalah B demikian juga yang bermasalah dengan B akan mati lebih cepat dari yang bermasalah dengan C. Karena itu saat melakukan pemeriksaan, urutan itu tidak boleh dibolak-balik. (Bagian Kedua dari Buku Panduan Pertolongan Pertama oleh Fahrie Haris)
|
MedicalNEWS - BAHAYA...
Prinsip Gawat Darura...
wew..liat darah saja saya panik mi. apal...
Steven Johnson Syndr...
berarti harus hati2 tuh