Register
 
Online Info
Visitors: 12309
Komentar Terakhir/Terbaru
Bagaimana menurut anda tampilan website www.dokter-unhas.org ini ...
 
 
Depan arrow Artikel arrow Steven Johnson Syndrome - Apa Sih Itu? Lihat Peta Situs 
 
Steven Johnson Syndrome - Apa Sih Itu? PDF Print E-mail
Friday, 14 December 2007

Bagi anda pemerhati informasi kesehatan mungkin masih ingat kasus yang kurang lebih dua tahun lalui menimpa seorang mahasiswi fakultas hukum universitas swasta di Jakarta. Mahasiswi tersebut meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit akibat Sindrom Steven Johnson!

Terlepas dari masalah siapa yang salah dalam kasus itu, sekedar sebagai tambahan informasi, berikut sekelumit tentang penyakit ini:

Apa itu Sindrom Steven Johnson(SJS)?
Menurut Webster's New World Medical Dictionary, SJS didefinisikan sebagai Reaksi alergi sistemik (sistemik=menyerang keseluruhan tubuh, pen) dengan karakteristik berupa rash atau kemerahan yang mengenai kulit dan selaput lendir, termasuk selaput lendir mulut. Penyakit ini disebabkan oleh reaksi hipersensitif (alergi) terhadap obat atau virus tertentu.

Apa SJS Berbahaya?
Ya. SJS termasuk salah satu - kalau bukan satu satunya - penyakit kulit yang bisa menyebabkan kematian.
Karena menyerang selaput lendir, SJS bisa menyebabkan komplikasi berupa radang kornea (keratitis), menyerang bagian dalam bola mata (uveitis) bahkan sampai berakibat kebutaan. SJS juga bisa menimbulkan hepatitis(radang hati), nephritis (radang ginjal), perdarahan saluran cerna, arthritis (radang sendi), dan pneumonia.

Bagaimana mengetahui bahwa seseorang terkena SJS?
Ciri utama dari SJS adalah rash atau kemerahan kulit ini. Kemerahan ini akan timbul dalam bentuk dan ukuran yang beragam. Tempatnya bisa diseluruh tubuh. Dari wajah sampai ginital dan anus pun bisa terkena. Bagian kemerahan ini kemudian akan pecah sehingga kulit bagian dalam terlihat. Ini akan menimbulkan rasa sakit dan gatal pada penderitanya.
Kalau gejala ini muncul dalam 2 minggu setelah mengkonsumsi obat tertentu, biasanya kita akan menganggap bahwa SJS ini muncul karena diinduksi oleh obat tersebut. Seperti kasus mahasiswi tadi, reaksi SJS muncul setelah disuntik dengan antibiotik Dalacin C.

Obat apa saja yang mungkin menimbulkan SJS?
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa golongan antibiotik tertentu seperti Penisilin (Termasuk golongannya adalah amoksisilin, ampisilin), lalu ada juga laporan reaksi SJS setelah pemakaian antibiotik golongan sulfa, dan penenang golongan barbiturat (seperti fenobarbital).

Wah, kalau begitu berbahaya ya mengkonsumsi obat-obat tadi?
Penelitian menunjukkan bahwa SJS adalah kasus yang langka. Hanya 1 dari 2000 orang yang mengkonsumsi antibiotik penisilin yang terkena SJS. Karena itu anda tak perlu takut.
Yang lebih penting anda ketahui adalah begitu muncul reaksi abnormal setelah menggunakan obat-obat tertentu, segera hentikan pemakaian obat itu lalu laporkan ke dokter anda.

Bagaimana penanganan SJS?
Pada prinsipnya penanganannya ada 3 tahap.

Yang pertama segera menghentikan penggunaan obat yang dicurigai sebagai penyebab timbulnya reaksi SJS tadi

Yang kedua, karena SJS juga bisa timbul sebagai reaksi terhadap virus atau infeksi bakteri tertentu, maka penyakit yang diduga mendasari timbulnya SJS harus diobati.

Yang ketiga adalah pengobatan simptomatis sesuai gejala yang timbul. Rash atau bagian kulit yang pecah-pecah diberikan antibiotika topikal(yang langsung dioleskan dikulit), obat penghilang gatal, kalau pasien kondisinya lebih berat diberikan cairan intravena.

Apakah semua SJS berakhir dengan kematian?
Tergantung dari derajat berat ringannya gejala yang timbul. Umumnya SJS tidak berakhir dengan kematian.

Kalau saya mengalami SJS, apakah itu karena kesalahan dokter? Bisakah saya menuntut sang dokter?
Wah berat nih pertanyaannya.
SJS atau reaksi alergi obat lainnya bisa terjadi pada siapa saja.
Dokter sulit untuk menduga-duga bahwa anda akan terkena SJS atau tidak. Tapi dokter berkewajiban untuk mencari tahu kondisi pasiennya semaksimal mungkin sebelum mulai memberikan terapi.

Biasanya dokter akan bertanya apakah anda mempunyai riwayat alergi, untuk antibiotik yang diberikan melalui suntikan biasanya akan dilakukan skin test lebih dulu, sehingga jumlah dan konsentrasi obat yang disuntikkan masih sangat kecil, jika kemudian ternyata anda alergi terhadap obat tersebut.

Dokter juga wajib memberikan informasi selengkap-lengkapnya tentang obat yang akan diberikannya. Jika semua ini sudah dilakukan dan gejala SJS muncul maka anda tidak bisa menyalahkan dokter karena tidak ada satupun cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui anda berpotensi mengalami SJS atau tidak, lain lagi halnya kalau dalam penanganan SJS-nya diluar protokol standar pengobatan yang normal. Kalau ini terjadi anda bisa mengadukan dokter tersebut.

Comments
Add NewSearchRSS
mcloud - oke juga     | 202.171.19.xxx | 2008-05-10 12:20:53
berarti harus hati2 tuh
Only registered users can write comments!

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 
 
Advertisement
 
 
 
 •  Home  •  Links  •  Contact Us  •  Search  •  Check Email  •  Create Email  • 
Copyright © 2007 dokter-unhas.org | All Rights Reserved
powered by Mediamax Online